ADZKIA— Tahun Ajaran Baru 2021/2022 segera dimulai, maka para praktisi pendidikan segera mempersiapkan diri untuk menyambut dimulainya belajar mengajar, tak terkecuali Dewan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SMP-SMA Adzkia Islamic School

Seperti tahun-tahun sebelumnya setiap akan dimulainya tahun ajaran baru, SMP-SMA Adzkia Islamic School mengadakan In House Training (IHT) guna mempersiapkan proses kegiatan belajar mengajar di tahun ajaran baru. Supaya para GTK lebih termotivasi menciptakan pembelajaran yang kreatif, menarik, menyenangkan, dan materi bisa diserap siswa dengan optimal.

“IHT ini untuk mempersiapkan proses kegiatan belajar mengajar di tahun ajaran baru. Kegiatannya berupa pelatihan-pelatihan, di mana para GTK mendapatkan tambahan informasi, pengetahuan, keterampilan mengajar, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Sehingga mereka termotivasi untuk memberikan “pelayanan” yang lebih baik lagi kepada siswa di tahun ini.”, ujar Irwan Gunawan, S.Pd.I selaku Kepala SMA Adzkia.  

Kegiatan yang diselenggarakan pada 15 Juli – 16 Juli 2021 secara daring ini diikuti oleh 77 peserta, yang terdiri dari 40 GTK SMA dan 37 GTK SMP. Menghadirkan pemateri-pemateri berkualitas di bidangnya masing-masing.

Pada pelaksanaan hari pertama, Tedi Kodin, S.Si selaku pengampu  matapelajaran  Fisika di SMA Adzkia mencoba mendemonstrasikan program LMS (Learning Manajemen System) Chamilo yang didedikasikan untuk para guru. Harapannya, hal tersebut nanti sebagai alternatif dalam kegiatan belajar mengajar daring.

Bada dzuhur, kegiatan dilanjutkan dengan materi praktik baik “Pembelajaran Kreatif di Masa Pandemi” bersama Evi Nur Aprianti, S.Pd. Perempuan yang saat ini mengajar di SMP DTBS Putri, berbagi pengalaman serta hikmah yang ia dapatkan semasa mengajar di masa pandemi. Bu Evi, sapaannya, berpendapat bahwa gambaran masa depan di dunia pendidikan yang disupport serba teknologi, menuntut guru untuk harus bisa menguasai dan berinovasi.

Guru yang meraih Juara 1 Olimpiade Nasional Inovasi Pembelajaran (ONIP) P4TK Matematika Kemdikbud Tahun 2020 ini, menuturkan bahwa beberapa inovasi pembelajaran yang dibuat terinspirasi dari hal-hal yang disukai muridnya, seperti: Webtoon, Korea drama ataupun musik, aplikasi tik-tok, dsb. Kemudian, ia coba terjemahkan dalam bentuk power point dan sentuhan beberapa aplikasi edit video seperti Kinemaster, maka lahirlah beberapa media pembelajaran yang menarik di kanal Youtube Evi Nur.

Menurutnya, untuk membuat dan menyampaikan materi pembelajaran mulailah dengan  mengenali dunia mereka, “Pembelajaran yang ‘dekat’ dengan dunia mereka, pastinya akan membuat siswa suka dengan pelajaran yang saya ajarkan.”, ujar Guru Model Program Pembelajaran Dalam Jaringan  (Padaringan) Disdik Kota Bandung.

Di hari terakhir, seluruh GTK mendapatkan motivasi tentang “Service Excellent” dari Ustaz H. Dr. Komarudin Chalil, M.Ag. Beliau menjelaskan, bahwa kunci dari service excellent adalah tentang pribadi yang bahagia. Bagaimana hal tersebut didapatkan? dari cara berpikir, penghargaan diri yang positif, berusaha melampaui harapan, harus ada peningkatan dan perbaikan diri dari hari ke hari. Selain itu, memiliki perhatian dan kepedulian kepada sesama. (Mega)

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *