ADZKIA— Sabtu, (17/3) SMP Adzkia Islmiac School mengundang orang tua/wali, siswa kelas VII sampai dengan kelas IX untuk hadir dalam acara Sosialisasi Program Sekolah Tahun Ajaran 2021/2022 sekaligus Silaturahmi Bersama Kiyai Sila Pesantren Daarut Tauhiid Serua.

Mengingat masih situasi pandemi Covid-19, maka acara tersebut diselenggarakan secara daring bertempat di ruang zoom meeting, dimulai pukul 08.00 s.d. 11.00 WIB.

Setelah acara dibuka, Gunawan Setiaji, M.Pd. yang kini menjabat sebagai Kepala SMP Adzkia Islamic School  mulai bulan Juni 2021, menyampaikan paparan materi Sosialisasi Program Sekolah Tahun Ajaran 2021/2022.

Ada pun isi dari program sekolah tersebut meliputi, Visi Misi Sekolah Kader, yaitu Menjadi Sekolah Unggul yang Melahirkan Kader Ulama, Kader Pendidik, dan Kader Praktisi Sosial. Serta menyampaikan jadwal kegiatan  dan program pembinaan Sekolah Kader selama belajar daring.

Gunawan mengatakan, bahwa kegiatan kali ini sebagai sinergi antara sekolah dengan orang tua. Pastinya, tidak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya hal tersebut. Apalagi, di masa pandemi seperti ini. Besar harapan, orang tua dapat menjadi “media bantuan” terbaik sehingga kegiatan yang telah  direncanakan sekolah dapat berjalan dengan lancar.

Pelaksanaan program belajar daring masih harus tetap dilaksanakan lantaran kondisi penyebaran virus corona yang belum kondusif, serta adanya kebijakan pemerintah PPKM (Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat. Maka, awalnya PPTM (Program Pesantren Tatap Muka) semula direncanakan kedatangan siswa Gelombang I pada 24 Juli 2021untuk sementara waktu, ditunda pelaksanaannya.

Jika pasca tanggal 20 Juli PPKM diperpanjang, siswa masuk asramanya H+10 pasca kebijakan PPKM dari pemerintah resmi dicabut.

Pada kesempatan kali ini, seluruh orang tua/wali siswa yang hadir pun mendapatkan tausyiah dari Kiyai Sila Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, Edi Abu Marwa, MA. Terkait “Manajemen Qolbu Mendidik Anak”.

Beliau mengatakan bahwa dalam kondisi belajar daring seperti saat ini, yang tegang dan stress bukan hanya orang tua atau guru saja. Tapi, anak juga ikut tegang. Bahkan anak lebih lelah dibanding orangtua atau gurunya karena waktu yang dihabiskan untuk belajar di depan layar lebih banyak.

Maka dari itu, dibutuhkanlah Manajemen Qolbu dalam mendidik anak di era pandemi, tujuannya adalah untuk mengendalikan emosi. Ada pun langkah yang dapat ditempuh untuk dalam manajemen qolbu yaitu: 1) menjadi suri teladan bagi anak-anak di rumah, 2) Diklatna (Pendidikan, Latihan, dan Pembinaan) yang berkesinambungan, 3) Ciptakan sistem yang kondusif, 4) Kekuatan doa.

Usai penyampaian tausyiah, dilanjutkan dengan pemaparan terkait dengan Sosialisasi Program MATABA Daring (Masa Taaruf Santri Baru) yang disampaikan oleh Waka. Kesiswaan Muhammad Fadly, S.Pd. kegiatan tersebut akan berlangsung pada 19 Juli s.d. 30 Juli 2021. (Mega)

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *