Alhamdulillah, atas limpahan nikmat dan karunia Allah Swt. Siang tadi (2/8), civitas SMP Adzkia Islamic School masih bisa bersilaturahmi dan menimba ilmu dalam agenda Kajian Parenting School. Kegiatan tersebut rutin diadakan setiap bulannya, bekerja sama dengan Komite Sekolah.

Ustadz Bendri Jaisyurrahman, aktivis dan konselor ketahanan keluarga di Indonesia, yang hadir menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Penulis buku The Fatherman ini,  mengawali kajian dengan menyampaikan kisah ‘Empat Anak Muda’ yang melontarkan kalimat candaannya dan hal tersebut dikabulkan oleh Allah Swt.

“Hikmahnya dari cerita ucapan candaan tersebut, di masa pandemi ini adalah harus berhati-hati dalam berbicara. Jadi, Ayah dan Bunda sebisa mungkin harus berkata positif dalam mendampingi anak selama masa belajar di rumah.”, ujar Ustaz Bendri.

Bahwa untuk menjadikan anak terus semangat dan termotivasi belajar di rumah, yang pertama orangtua harus dapat memberi penegasan tentang belajar itu sebagai kebutuhan, bukanlah kewajiban. Usaha tersebut dapat terwujud, jika orangtua juga mau ikut belajar. Bukan hanya memberi perintah saja. Hausnya seseorang terhadap ilmu, seperti tubuh menghirup udara. Jika kurang, tubuh akan lemas. Ayah dan Bunda juga harus punya jadwal belajar. Rumah pun harus nampak sebagai madrasah. Misalnya, ditandai dengan spot belajar di rumah, menyediakan buku sebagai alat belajar.

Kedua, Tazkiyah yang artinya penyucian. Maksudnya apa? Jika ingin mengajarkan anak di rumah, pastikan jiwa anak bersih. Kebersihan hati anak ditentukan oleh muaranya, yaitu orangtua. Mustahil ilmu itu akan masuk, jika hati orangtuanya pun belum bersih. Nah, Ayah dan Bunda harus selalu berusaha menghadirkan hati, perasaan untuk saling memahami dan mengapresiasi pasangan. Bahwa mengajarkan anak di masa pandemi ini berat dan butuh kerjasama yang baik dari keduanya.

Terakhir adalah, Ayah-Bunda juga harus memiliki amalan pokok jika anak ingin tetap semangat dan termotivasi selama belajar di rumah. Amalan itu adalah bangun sholat malam dan membaca quran dengan tartil, fokus pada tazkiyah anak. “Karena percuma Ayah dan Bunda ikut seminar, kajian ilmu parenting. Tapi tidak memperhatikan amal tersebut, akan percuma. Karena hanya Allah Swt. yang dapat mengubah hati seseorang, termasuk anak kita.” pungkas ustaz Bendri di akhir sesi kajian.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *