Semarak Kemerdekaan ke-75 tahun Republik Indonesia kali ini berbeda. Beda lantaran situasinya masih dalam kondisi pandemi, serta waktunya hampir bersamaan dengan pergantian Tahun Baru Islam 1442 Hijriah. Maka dari itu, Satuan Pendidikan Tingkat SMP se-Daarut Tauhiid (SMP DTBS Bandung Putra/Putri, SMP DTBS Batam, dan SMP Adzkia Islamic School) menggelar Kajian Spesial untuk memeriahkan agenda tersebut bersama ‘babeh’ sapaan akrab dari Ustaz Dr. Haikal Hassan Baras.

Kemerdekaan Indonesia memang tidak lepas dari peran para santri dan ulama, karena memang tak hanya tentara yang berperang melawan penjajah, tercatat banyak ulama dan santri yang ikut berperang untuk mengusir penjajah dari bumi Indonesia.

Adapun melihat para santri dalam, mengisi kemerdekaan pada zaman ini adalah harus terus mengasah kemampuan diri, Karena bajunya putih, kotor sedikit saja kelihatan. Sehingga santri harus menjaga lahir-batin., menjaga akidah dan menjadi uswatun hasanah atau contoh yang baik. Selain itu, santri harus punya usaha sendiri untuk hidup mandiri. Jangan berhenti terus mengasah diri. Begitulah seharusnya peran santri saat ini”, ujar Ustaz Haikal.

“Menghancurkan bangsa hanya dengan tiga cara. Pertama, putuskan mereka dengan sejarah. Kedua, Beri dia ‘kebebasan’ paham liberal, sekuler, jauhkan dari agama. Ketiga, mereka tidak mencintai produk negeri sendiri. Kita tetap bisa merdeka, ketika masih bisa mempertahankan ketiga hal tersebut. Kembalilah ke jati diri bangsa, karena itulah yang dapat menyelamatkan Indonesia. Merdeka!”, pungkas Ustaz yang berkacamata itu di akhir sesi kajian.

Semoga bangsa ini diisi oleh para pejuang bukan pecundang. Marilah santri, agarnya kita dapat menjadi solusi bagi negeri ini. Mulai dari diri kita sendiri, mulai dari hal terkecil, dan mulailah saat ini juga.

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *